Suatu hari seorang SALESMAN beserta MANAGER nya naik kereta api menuju markas besar mereka di luar kota.Karena tidak ada tempat duduk lain yang tersisa, maka mereka pun duduk berhadap-hadapan dengan seorang wanita muda cantik dan neneknya. Tak berapa lama setelah itu kereta pun memasuki sebuah terowongan.Kontan saja keadaan menjadi gelap.
Tiba-tiba terdengar suara ciuman yang diikuti oleh suara tamparan. Setelah kereta api tersebut keluar dari terowongan, keempat orang tadi duduk dengan tenangnya tanpa berbicara sedikit pun. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Sang nenek berpikir dan berkata kepada dirinya sendiri, "Sangat memalukan bahwa SALESMAN itu mencium cucuku, tetapi saya senang karena akhirnya ia ditampar olehnya."
Sang MANAGER pun larut dengan pikirannya. "Saya tidak pernah menyangka kalau anak buahku satu ini berani mencium gadis cantik itu, tetapi wanita itu pasti tidak suka. Buktinya ia menampar. Hanya sayang, saya yang kena."
Wanita muda itu pun berpikir dalam hatinya, "Pasti Sang MANAGER itu ingin menciumku, tapi salah sasaran sehingga mencium neneku, hingga neneku menamparnya. Dasar hidung belang...!
Si SALESMAN justru terlihat tersenyum puas dengan muka penuh kemenangan. Ia berkata kepada dirinya sendiri,"Hidup itu indah, ketika seorang SALESMAN seperti saya mempunyai kesempatan untuk menampar MANAGER nya sendiri... He he"
(SEBENAR nya = Ketika kereta melewati trowongan, SALESMAN mencium tangannya sendiri, dan menampar MANAGER nya)







